JWS Mewakili Bupati Seluruh Indonesia Jadi Pembicara di Seminar Nasional ke-13 STIP-AN Tahun 2017 Jakarta

Berita Teraktual - Hotnews - Minahasa - Uncategorized

Minahasa, (torangpberita.com) – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, menjadi satu-satunya Bupati di Indonesia yang dipercayakan untuk menjadi narasumber dalam Seminar Nasional ke-13, Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negata (STIP-AN), bertempat di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (20/09) siang.

Seminar yang diberi tema Tema, “Membangun Kualitas Karakter Pimpinan Pemerintahan Sebagai Pamong Bhinneka Tunggal Ika” ini, selain menghadirkan pembicara Bupati JWS yang membawakan materi tentang “Garis Besar Dasar Keterampilan Abdi Negara atau Pemimpin Melayani Masyarakat”, juga menghadirkan pembicara lain seperti Walikota Depok Dr KH M Idris Abdul Shomad, Rektor IPDN dan Pembina YPANN Prof Dr Drs Ermaya Suradinata SH MH MS dan Akademisi dari IPDN dan Staf Senat STIP-AN Prof Dr I Nyoman Sumaryadi MSi.

Bupati JWS dalam seminarnya yang dihadiri mahasiswa STIP-AN dan para PNS eselon III di sejumlah kementrian ini diantaranya mengatakan, saat menjadi abdi negara harus mengerti apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan rakyat. Menurutnya, pemimpin harus melakukan segala kebijakan sesuai aturan yang berlaku dan jangan melakukan korupsi.

“Pemimpin harus rajin turun ke masyarakat dan mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan rakyat. Menjadi pemimpin harus memulai dengan karakter yang melayani, kalau rakyat senang dengan abdi negara maka program pemerintah akan mudah terealisasi di masyarakat,” tukasnya.

Kemudian, berkaitan dengan hal-hal yang bersifat kedalam, sebagai suatu organ institusi, dikatakan JWS, seorang abdi negara ketika menjadi pemimpin janganlah menaruh dendam atau berlaku semena-mena dengan staf atau bawahan, melainkan jadilah teladan.

“Tinggalkan kesan baik agar kita dihormati, hingga kita kembali lagi menjadi rakyat biasa ketika kita mengakhiri masa jabatan kita,” pungkasnya.

Selanjutnya, seorang peserta bertanya kepada Bupati JWS, mengenai bagaimana mewujudkan karakter Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bagi abdi negara, untuk menciptakan kodusifitas di suatu wilayah yang dipimpin.

Terkait pertanyaan ini, Bupati JWS menjawab bahwa, saling menghormati dan menghargai antar sesama, baik dalam bentuk kepercayaan dan suku, harus menjadi hal yang utama.

“Di Minahasa soal kebersamaan itu sangat tinggi. Ada Kelurahan yang namanya Kampung Jawa di Kecamatan Tondano Utara Minahasa, dimana masyarakatnya hidup berdampingan dengan orang Minahasa, yang meski berbeda agama dan suku, tetap hidup rukun dan damai bersama hingga saat ini. Tidak pernah terjadi konflik soal agama dan suku di Minahasa,” ujar JWS yang kemudian disambut aplaus seluruh peserta yang hadir.

Sebagai Keynote Speaker Mantan Menpan RI periode 2001-2004 Dr HM Faisal Tamin. Selanjutnya dilakukan penanda tanganan MoU tentang Pemerintahan antara Ketua STIP-AN Prof Dr Tjahya Supriatna SU, Walikota Depok Dr KH M Idris Abdul Shomad, Rektor IPDN dan Pembina YPANN l Prof Dr Drs Ermaya Suradinata, Bupati JWS dan Walikota Depok Idris Abdul Shomad.

Turut mendampingi Bupati JWS, Rohaniawan Pemkab Minahasa Pdt Dr Geovanny Rorora DTh, Kasubag Pemerintahan dan Administrasi Kewilayahan Setdakab Minahasa Theofilus Tumiwa SIP MSi.

 

(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top