Masuk Program UPSUS Kementrian, 6 Komoditi Ini Perlu disosialisasi

Berita Teraktual - Hotnews - Minahasa

20170214_154942

Minahasa, (torangpberita.com) – Upaya Kementrian Pertanian RI untuk dalam mengembangkan enam dari tujuh komoditi pertanian yakni Jagung, Padi, Kadele, Cabe, Bawang Merah dan Daging Sapi/ Sapi Potong, menurut Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Minahasa Ir Shuban Torar perluh di sosialisasi.

“Karena enam komiditi ini masuk dalam Upaya Khusus (Upsus) dari Kementan-RI maka akan ada Tim Upsus Ketahanan Pangan dari Kementrian yang akan datang ke Minahasa untuk mensosialisasikan program ini. Tujuan sosialisasi ini untuk memetahkan target sasaran produksi luas tanam dan luas produksi tahun 2017,” ujar Torar saat ditemui wartawan diruang kerjanya, selasa 14/02/2017.

Torar juga menjelaskan, tentang bantuan Upsus Jagung mendapat kuota di lahan seluas 42.100 Hektar, dimana Jagung Hibrida seluas 30.000 hektar dan Jagung Komposit atau non Hibrida seluas 12.100 Hektar. ” Pada tahun lalu sebetulnya kita sudah dapat bantuan dengan program yang sama yakni Padi, Jagung dan Kedele, tapi tahun ini kita dapat juga dan ketambahan tanaman Holtikultura yakni Bawang Merah dan Cabe, akan tetapi Untuk Jagung, bantuan tahun ini full bibit, sementara untuk pupuk hanya mendapat jatah 50 kilo per Hektar dari kebutuhan 250-300 kilo per Hektar, jadi sisanya swadaya petani,” jelas Torar.

“Sementara untuk tanaman Cabe, kita dapat alokasi bantuan Hektar dan Kedele 75.000 Hektar, semuanya full paket, bibit, pupuk, mulsa dan obat-obatan atau plastik penutup. Kemudian untuk bantuan Padi seluas 550 Hektar dan Kedele 1.000 Hektar. Sedangkan untuk cabe Torar juga mengatakan pegelolaannya akan dikelola oleh 20 kelompok, satu kelompok mendapat sekitar 4 Hektar dan bila satu kelompok kurang mampu mengelolah lahan, bisa kerja sama dengan kelompok lain, hanya saja penanggung jawabnya cuma satu kelompok,” urai Torar.

Lebih lanjut Torar mengatakan bahwa, Kalau dulu satu kelompok biasanya dapat satu paket bantuan, tapi kini karena bantuannya banyak dan untuk capai target, bisa saja satu kelompok dapat semua paket, pada prinsipnya Minahasa siap dengan program ini. “Sedangkan tidak ada bantuan petani tetap menanam apalagi ada bantuan,” ujarnya

Mengakhiri ucapannya, Torar mengatakan bahwa Minahasa menjadi salah satu daerah sumber bibit sapi Peranakan Ongol (PO), dimana sapi PO ini berkembang baik di Minahasa sehingga Minahasa dipilih menjadi salah satu dari penghasil bibit dan masuk juga dalam program Upsus Sapi Potong.
(Jonly bamz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top